KONTENSEMARANG.COM - Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, berharap keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, salah satunya dengan menyediakan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurut Heri, koperasi harus menjadi instrumen penguatan ekonomi kerakyatan, bukan sekadar badan usaha.
Kehadiran KDKMP di desa dan kelurahan diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sehingga harga sembako dapat lebih murah dibandingkan harga pasar.
"Koperasi harus benar-benar hadir untuk membantu masyarakat. Jika mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, manfaatnya akan langsung dirasakan warga sekaligus membantu menjaga daya beli," ujarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 8.523 KDKMP di Jawa Tengah telah berbadan hukum dan mulai dipersiapkan menjadi salah satu penggerak sektor ritel di daerah.
Berbeda dengan minimarket modern, koperasi tersebut mengedepankan sistem kepemilikan bersama yang melibatkan masyarakat sebagai anggota.
Heri menilai konsep tersebut menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian desa sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih berpihak kepada masyarakat.
Namun, ia mengingatkan agar koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Salah satu strategi yang diterapkan KDKMP adalah memangkas rantai distribusi dengan mengambil pasokan kebutuhan pokok langsung dari produsen maupun lembaga pemerintah seperti Bulog, Pertamina, dan PT Pupuk Indonesia. Dengan pola tersebut, harga sembako diharapkan lebih kompetitif dibandingkan pasar umum.
"Rantai distribusi yang lebih pendek harus dimanfaatkan untuk memberikan harga yang lebih terjangkau kepada masyarakat. Jangan sampai keunggulan yang dimiliki koperasi justru tidak dirasakan oleh anggotanya," kata politisi Partai Gerindra tersebut.