Data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah menunjukkan, hingga kini KDKMP telah menghimpun 136.112 anggota aktif dengan perputaran modal bersama pada sektor usaha dominan mencapai Rp25,2 miliar.
Menurut Heri, capaian tersebut menjadi modal awal yang baik untuk memperkuat gerakan ekonomi berbasis koperasi.
Ia juga mendorong pemerintah daerah terus melakukan pendampingan, mulai dari penguatan manajemen, digitalisasi usaha, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar KDKMP mampu bersaing sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, Heri berharap KDKMP dapat menjadi wadah pemasaran produk UMKM lokal sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan semakin luas.
Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi desa.
"Kalau dikelola dengan baik, KDKMP bisa menjadi penggerak ekonomi desa. Masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah, sementara produk-produk lokal juga memiliki ruang pemasaran yang lebih luas. Inilah semangat koperasi yang harus terus kita dorong," pungkasnya. (*)