Selain kemampuan dan penguasaan teknologi, Heri juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Menurutnya, derasnya arus informasi dan perubahan sosial harus diimbangi dengan karakter, integritas, serta rasa tanggung jawab.
Nilai gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial, lanjutnya, perlu tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.
Kemajuan teknologi, menurut Heri, tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya.
“Jangan sampai kita unggul dalam teknologi tetapi kehilangan kepedulian terhadap sesama. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan karakter dan nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Heri menambahkan, mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui pencapaian besar. Kontribusi di lingkungan sekitar, keterlibatan dalam kegiatan sosial, kepedulian terhadap pendidikan, hingga keberanian membangun usaha produktif juga merupakan bagian dari bentuk perjuangan generasi saat ini.
Menurutnya, setiap orang memiliki ruang untuk memberikan manfaat sesuai kemampuan dan bidang yang ditekuni.
“Tidak semua orang harus menjadi pemimpin besar. Tetapi setiap orang bisa menjadi bagian dari kemajuan bangsa melalui pekerjaan, inovasi dan pengabdian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, Heri berharap momentum tersebut tidak hanya dimaknai melalui berbagai kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, terutama generasi muda.