Konten Semarang
Semarang

Kasus MBG Semarang, Dinkes Temukan 16 SOP Dilanggar dan Masak Terlalu Dini

Dinkes Semarang menemukan 16 dari 19 SOP MBG dilanggar. Rendang dimasak sejak malam sebelum distribusi dan diduga memicu kontaminasi.

Kasus MBG Semarang, Dinkes Temukan 16 SOP Dilanggar dan Masak Terlalu Dini
Kasus MBG Semarang, Dinkes Temukan 16 SOP Dilanggar dan Masak Terlalu Dini

KONTENSEMARANG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mengungkap hasil investigasi awal terkait dugaan keracunan massal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa dan guru di SMKN 6 Semarang

Temuan sementara menunjukkan adanya pelanggaran prosedur dalam proses pengolahan makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam menjelaskan, menu rendang beserta lauk lainnya dimasak sejak pukul 21.00 WIB pada malam sebelum makanan didistribusikan. Proses memasak yang terlalu dini itu dinilai tidak sesuai dengan ketentuan keamanan pangan.

Menurut Hakam, makanan seharusnya diolah mendekati waktu distribusi agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga. Jeda antara makanan matang hingga dikonsumsi idealnya tidak melebihi dua jam.

“Dari keterangan kawan-kawan BGN kemarin, masaknya terlalu dini, jam 21.00 sudah dimasak. Makanan matang sampai didistribusikan itu idealnya tidak boleh lebih dari dua jam,” kata Hakam ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang, Senin 3 Agustus 2026.

Hasil evaluasi terhadap 19 Standar Prosedur Operasional (SOP) yang wajib diterapkan penyedia MBG menunjukkan sebagian besar ketentuan tidak dijalankan.

“Secara garis besar, dari 19 SOP yang harus ditaati SPPG, cuma ada tiga yang terpenuhi. Sebanyak 16 SOP lainnya ‘lolos’ atau tidak dipatuhi,” tegasnya.

Tiga SOP yang dipenuhi hanya mencakup alur distribusi, penyerahan makanan kepada siswa, serta ketersediaan bahan baku.

Sebaliknya, sejumlah prosedur penting seperti proses pengolahan makanan, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh penjamah makanan, hingga pengelolaan limbah dan sanitasi dapur diketahui tidak dijalankan sesuai standar.

Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab terjadinya kontaminasi pada makanan yang kemudian dikonsumsi siswa SMKN 6 Semarang.

Makanan untuk sekolah tersebut merupakan menu yang dimasak paling awal dibandingkan distribusi ke sekolah lainnya.

SPPG Karangturi diketahui memasok makanan MBG ke sejumlah sekolah, termasuk SD dan PAUD. Namun, dugaan keracunan hanya terjadi pada penerima manfaat di SMKN 6 Semarang.

“Sebenarnya yang disuplai itu tidak hanya SMKN 6 saja, tapi ada SD, PAUD, tapi mereka tidak ada masalah. Karena ternyata yang diolah paling awal itu yang diberikan ke SMK 6,” tandasnya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Artikel Selanjutnya

Uji Lab Keracunan MBG SMKN 6 Semarang Berlangsung 14 Hari, E. Coli Disorot
Semarang • 04 Agustus 2026

Uji Lab Keracunan MBG SMKN 6 Semarang Berlangsung 14 Hari, E. Coli Disorot

Rekomendasi Redaksi