"Soloraya itu sampahnya di atas 1000 ton per hari. Investor ini masuk untuk waste to fuel. Nanti tempatnya di Boyolali, sudah ada lahan 20 hektare dari kebutuhan 25 hektare," jelasnya.
Perwakilan E3i ASEAN, Medhat Omran, menjelaskan bahwa Energy Three International merupakan perusahaan yang bergerak di bidang investasi pengolahan limbah menjadi biofuel dan energi.
Perusahaan tersebut berencana membawa proyek pengolahan limbah ke Soloraya guna mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi ramah lingkungan.
"Semoga proyek ini dapat terwujud di sini, yang akan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kita menggunakan teknologi baru dengan zero emission. Jadi, ini ramah lingkungan," katanya.
Melalui investasi tersebut, proyek pengolahan limbah di Soloraya diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dalam pengembangan energi hijau di tingkat global. Selain itu, fasilitas tersebut diperkirakan akan menyerap hampir 300 tenaga kerja.
"Kita juga berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar fasilitas yang akan kita bangun, sehingga proyek ini akan bermanfaat bagi semua orang dalam banyak hal," ucapnya. (*)