Konten Semarang
Regional

Jateng dan Kaltim Jalin Kerja Sama Strategis, Potensi Ekonomi Capai Rp20,2 T

Jateng dan Kaltim menjalin kerja sama lintas sektor dengan potensi ekonomi Rp20,2 triliun, mulai pangan, industri hingga dukungan IKN.

Jateng dan Kaltim Jalin Kerja Sama Strategis, Potensi Ekonomi Capai Rp20,2 T
Jateng dan Kaltim Jalin Kerja Sama Strategis, Potensi Ekonomi Capai Rp20,2 T

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur resmi menjalin kerja sama lintas sektor dengan potensi ekonomi mencapai Rp20,2 triliun.

Kolaborasi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari perdagangan, pangan, industri, jasa keuangan, ekonomi kreatif, hingga dukungan bagi pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kamis (6/8).

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, disusul penandatanganan kerja sama teknis oleh kepala OPD, BUMD, asosiasi, serta bupati dan wali kota dari kedua provinsi.

Jateng dan Kaltim Jalin Kerja Sama Strategis, Potensi Ekonomi Capai Rp20,2 T

Nilai potensi ekonomi sebesar Rp20,2 triliun tersebut merupakan akumulasi dari berbagai peluang kerja sama di sejumlah sektor.

Nilai itu tidak seluruhnya berupa investasi baru maupun transaksi tunai yang direalisasikan dalam waktu bersamaan.

Di sektor pangan, kerja sama membuka peluang perdagangan berbagai komoditas dari Jawa Tengah ke Kalimantan Timur, seperti telur, daging ayam, bawang merah, dan beras, dengan estimasi nilai transaksi sekitar Rp237,75 miliar.

Selain itu, kerja sama di bidang peternakan dan kesehatan hewan diperkirakan memiliki potensi ekonomi sekitar Rp2,1 triliun setiap tahun.

Pada sektor perindustrian dan perdagangan, nilai potensi kerja sama mencapai sekitar Rp36 miliar per tahun.

Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan diproyeksikan menyumbang potensi sekitar Rp2,238 miliar per tahun melalui penguatan perdagangan dan rantai pasok.

Kolaborasi di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif juga diperkirakan menghasilkan transaksi langsung sekitar Rp21 miliar per tahun, dengan multiplier effect sektor pariwisata mencapai sekitar Rp36 miliar per tahun.

Dari sisi BUMD, sinergi antara Bank Jateng dan Bank Kaltimtara menjadi salah satu kerja sama dengan potensi bisnis terbesar, yakni sekitar Rp15 triliun per tahun.

Selain itu, Jamkrida Jateng dan Jamkrida Kaltim juga menjalin kerja sama melalui skema co-guarantee untuk mendukung proyek-proyek di IKN.

Nilai proyek yang berpotensi dijamin diperkirakan mencapai Rp1,34 triliun dengan proyeksi imbal jasa penjaminan sekitar Rp3,452 miliar per tahun.

Gubernur Ahmad Luthfi berharap seluruh kesepakatan yang telah ditandatangani dapat segera direalisasikan agar mampu mendukung pembangunan daerah di tengah tantangan keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik global.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menilai kerja sama tersebut merupakan bentuk kolaborasi yang saling menguntungkan karena kedua daerah memiliki potensi yang saling melengkapi.

"Ini terobosan luar biasa dan mudah-mudahan juga bisa dicontoh di provinsi-provinsi lainnya yang ada di Indonesia. Supaya kita tidak tergantung dengan APBN ataupun dana transfer pusat ke daerah," katanya.

Menurut Rudy, Jawa Tengah menjadi salah satu pemasok beras bagi Kalimantan Timur. Sebaliknya, Jawa Tengah memperoleh pasokan batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO) dari Kalimantan Timur untuk mendukung kebutuhan industri.

"Penduduk Kaltim ini hanya sekitar 4,2 juta jiwa, Jawa Tengah sampai 38 juta jiwa. Produksi batubara dan CPO kami melimpah. Jadi kita sama-sama saling melengkapi. Intinya bahwa ini adalah kolaborasi yang sangat luar biasa," katanya. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Menampilkan semua halaman artikel.

Artikel Selanjutnya

Fajar 2026 Perkuat Ekosistem Halal Jateng, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
Regional • 06 Agustus 2026

Fajar 2026 Perkuat Ekosistem Halal Jateng, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Rekomendasi Redaksi