"Setiap hari, penambahan tanam mencapai rata-rata 7.000 hingga 8.000 hektare" ujarnya.
Produksi padi hingga Mei 2026 diproyeksikan mencapai 4,69 juta ton gabah kering giling dari target total 10,55 juta ton.
Selain padi, produksi komoditas lain juga terus didorong, seperti cabai sebesar 80.892 ton, bawang merah 144.705 ton, serta daging sapi 245.747 ton.
"Jawa Tengah juga menjadi kontributor utama produksi bawang putih nasional dengan capaian 63,9 persen," ucapnya.
Untuk mempercepat peningkatan produksi, berbagai strategi diterapkan, mulai dari peningkatan indeks pertanaman, pengendalian hama, hingga adaptasi terhadap perubahan iklim.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pola percepatan tanam berkelanjutan atau sistem “sepur” yang mengintegrasikan proses panen dan tanam secara cepat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan.
"Ini adalah optimalisasi lahan untuk intensifikasi dan percepatan luas tambah tanam di Jawa Tengah," pungkasnya.(*)