Menurutnya, rencana tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan mendapat dukungan penuh.
Kehadiran kawasan industri halal diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi syariah sekaligus meningkatkan daya saing Jawa Tengah.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden RI ke-13, Ma'ruf Amin, mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan aset dan industri keuangan syariah, tetapi juga harus menghadirkan nilai keadilan, kemaslahatan, keseimbangan, dan keberkahan bagi masyarakat.
Ia menyebut aset syariah nasional hingga Maret 2026 mencapai Rp10.542 triliun atau tumbuh 10,6 persen secara tahunan. Namun, pertumbuhan tersebut harus diikuti pemerataan manfaat.
"Jangan hanya kita mengejar pertumbuhan, tapi juga pemerataan. Jangan hanya memperbesar angka statistik, tetapi juga memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat," katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyubi, mengatakan Anugerah Adinata Syariah merupakan bentuk apresiasi sekaligus sarana mendorong inovasi dan kolaborasi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Menurutnya, penghargaan tersebut tidak hanya menilai capaian administratif, tetapi juga dampak nyata terhadap penguatan rantai nilai halal, industri keuangan syariah, keuangan sosial syariah, literasi dan inklusi, serta inovasi kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Harapan kami, Anugerah Adinata Syariah menjadi katalis lahirnya semakin banyak daerah yang mampu menjadi model pembangunan ekonomi syariah," pungkasnya. (*)