Ia meminta Kemenko PMK untuk mengoordinasikan penambahan frekuensi penerbangan ke Bandara Ahmad Yani bersama Kementerian Perhubungan, serta dukungan armada transportasi dari Kementerian PUPR.
"Kami butuh koordinasi terkait akses penerbangan bagi kafilah dari berbagai provinsi agar lebih mudah menjangkau Jawa Tengah. Selain itu, dukungan armada untuk mobilisasi antar 13 venue juga penting," imbuh Taj Yasin.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menjelaskan bahwa rapat ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan data daerah dengan kebijakan pusat.
Ia menyoroti besarnya jumlah peserta sebagai tantangan utama dalam aspek logistik.
"Berdasarkan laporan, target peserta saja sekitar 8.000 orang," katanya.
Menurutnya, mobilitas ribuan peserta dari berbagai provinsi menuju Bandara Ahmad Yani membutuhkan perhatian khusus, terutama pada sektor transportasi udara.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan adanya penambahan jumlah penerbangan (extra flight) menuju Semarang," jelasnya.
Warsito menambahkan, koordinasi juga akan dilakukan langsung dengan maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia dan lainnya agar ketersediaan jadwal penerbangan tidak menjadi kendala bagi peserta.
Selain itu, pemerintah juga berencana melibatkan sejumlah BUMN dalam mendukung teknis penyelenggaraan sekaligus memeriahkan acara.
Daya tarik Jawa Tengah sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai menjadi potensi besar untuk menjalin kolaborasi.