Konten Semarang
Regional

Jateng–Shiga Perkuat Kolaborasi, Rawa Pening Disiapkan Jadi Proyek Percontohan

Jateng dan Shiga Jepang kolaborasi kelola Rawa Pening. Danau ini didorong jadi pilot project ekonomi hijau dan investasi berkelanjutan.

×
WhatsApp Image 2026-02-11 at 17.04.35

KONTENSEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat kerja sama internasional dengan Prefektur Shiga, Jepang. Salah satu fokus utama kolaborasi tersebut adalah penataan dan revitalisasi Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang.

Pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan delegasi Prefektur Shiga berlangsung di Kantor Gubernur, Rabu 11 Februari 2026. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Central Java Investment Business Forum yang digelar pada 8 Oktober 2025.

Sebelum bertemu gubernur, delegasi Jepang telah melakukan peninjauan langsung ke kawasan Rawa Pening, mulai dari hulu hingga hilir. Mereka juga menerima paparan terkait kondisi aktual dan berbagai persoalan yang membelit danau tersebut.

Rawa Pening memegang peranan penting bagi Jawa Tengah. Selain sebagai penyangga ekosistem, danau ini menjadi sumber air baku, pengendali banjir, pembangkit energi, sekaligus penopang ekonomi masyarakat sekitar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Rawa Pening menghadapi tantangan serius seperti sedimentasi tinggi, ledakan pertumbuhan eceng gondok, serta pencemaran dari aktivitas domestik, pertanian, dan perikanan.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Jepang telah terjalin lama, tetapi kini diarahkan pada kemitraan yang lebih strategis dan saling menguntungkan.

“Kami ingin hubungan ini saling menguntungkan. Apa yang menjadi kebutuhan Jepang bisa kami dukung di Jawa Tengah, dan potensi Jawa Tengah juga bisa memberikan manfaat bagi Jepang,” ujarnya.

Menurut Luthfi, pembenahan Rawa Pening bukan sekadar proyek lingkungan, melainkan bagian dari agenda besar ketahanan air, energi, dan penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, dukungan internasional dinilai penting agar pengelolaan danau dapat berjalan berkelanjutan sekaligus produktif.

Kerja sama tersebut juga telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), termasuk pengembangan sektor ekonomi terbarukan dan investasi dari Jepang.

“Tadi sudah membuat MoU dengan Jepang terkait dengan ekonomi terbarukan, kemudian beberapa investasi yang nantinya akan didatangkan dari Jepang ke tempat kita,” kata Luthfi.

Ia menambahkan bahwa penguatan green economy dan ekonomi baru menjadi prioritas pembangunan Jawa Tengah ke depan.

Halaman 1 dari 2