Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyebut penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk mendukung program nasional pembangunan 3 juta rumah oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ini menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan pelayanan dasar sektor perumahan,” jelasnya.
Menurut Boedyo, untuk mengurangi backlog perumahan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Pemprov Jateng tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus menggandeng pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, serta swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Pada 2025, kontribusi program perumahan berasal dari tiga sumber: Pemprov Jateng sebanyak 17.510 unit, pemerintah kabupaten/kota 6.776 unit, serta CSR perusahaan 2.067 unit. “Jika dijumlah, sekitar 26 ribu unit rumah sudah teridentifikasi. Jumlah ini bisa terus berkembang karena semakin banyak pihak yang memberi perhatian,” ujarnya.
Dengan pencapaian ini, Jawa Tengah tidak hanya dinilai berhasil menyediakan rumah layak bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat langkah menuju pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.