Ia menegaskan, komitmen inklusivitas KAI selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 10 tentang pengurangan ketimpangan dan poin 11 tentang kota serta komunitas berkelanjutan.
“Bagi kami, inklusivitas adalah standar internasional yang wajib diterapkan. Dengan prinsip ini, kereta api tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern,” katanya.
Melalui konsistensi menghadirkan layanan yang ramah inklusi, KAI berharap kereta api tetap menjadi moda transportasi favorit masyarakat.
“Kereta api bukan hanya sarana perjalanan, tetapi simbol keterhubungan dan kebersamaan. Kami mengajak seluruh pelanggan menjaga kenyamanan bersama demi terciptanya transportasi publik yang sehat, inklusif, dan menyenangkan,” tutup Franoto.