Konten Semarang
Semarang

KAI Daop 4 Semarang Perkuat Komitmen Transportasi Publik Inklusif dan Ramah Semua Kalangan

KAI Daop 4 Semarang hadirkan layanan transportasi inklusif dengan fasilitas ramah semua kalangan, dari lansia hingga disabilitas.

×
WhatsApp Image 2025-08-25 at 14.19.03

KONTENSEMARANG.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, aman, dan nyaman. 

Sebagai moda transportasi massal yang digunakan berbagai kalangan, kereta api dihadirkan bukan hanya sebagai sarana mobilitas, tetapi juga ruang sosial yang ramah terhadap keberagaman.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa inklusivitas menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan transportasi publik modern. 

“Kereta api adalah ruang bersama yang harus nyaman bagi semua, mulai dari anak-anak, lansia, ibu hamil, hingga penyandang disabilitas. Komitmen kami adalah menjadikan perjalanan kereta ramah bagi semua kalangan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan prinsip tersebut, KAI menyediakan sejumlah fasilitas inklusif. Antara lain ruang laktasi, mushola, toilet ramah difabel, ruang tunggu prioritas bagi lansia dan ibu hamil, serta fasilitas khusus yang memudahkan pelanggan disabilitas melakukan perjalanan secara mandiri.

Selain fasilitas fisik, kebijakan kawasan bebas rokok di seluruh kereta api juga menjadi wujud nyata prinsip inklusif. Menurut Franoto, merokok di ruang publik berpotensi mengganggu kenyamanan bahkan membahayakan kesehatan penumpang, khususnya kelompok rentan. 

“Dengan kawasan bebas asap rokok, kami ingin memastikan perjalanan tetap sehat, bersih, dan ramah untuk semua,” jelasnya.

Lebih dari sekadar aturan, kebijakan bebas rokok juga sejalan dengan agenda kesehatan publik nasional dan rekomendasi lembaga kesehatan internasional yang menekankan pentingnya ruang publik bebas asap.

KAI juga terus memperkuat digitalisasi layanan melalui aplikasi KAI Access. Fitur di dalamnya memungkinkan pelanggan memesan tiket, mengubah jadwal, hingga mengakses informasi perjalanan dengan mudah. 

“Digitalisasi ini bagian dari inklusivitas di era modern, agar semua orang punya akses layanan yang sama,” tambah Franoto.

Halaman 1 dari 2