Sebagai langkah preventif, KAI Daop 4 secara rutin menggelar sosialisasi dan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Kampanye dilakukan melalui tatap muka, penyebaran materi di media massa, serta melalui platform digital seperti media sosial.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif. Keselamatan tidak cukup hanya dengan rambu dan palang pintu, tapi harus ditopang budaya disiplin masyarakat,” tambah Franoto.
Menurutnya, klakson panjang kereta bukan sekadar bunyi peringatan, tapi juga sinyal penyelamat. Di baliknya, ada harapan penumpang untuk tiba di tujuan dengan selamat, serta keluarga yang menanti tanpa duka.
Franoto mengajak seluruh pengguna jalan, terutama yang melintasi perlintasan sebidang, untuk tidak menganggap remeh aturan keselamatan.
“Ini bukan hanya soal menaati aturan, tapi soal menyelamatkan kehidupan. Satu tindakan disiplin bisa mencegah tragedi yang merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Dengan meningkatnya jumlah kejadian dalam waktu singkat, KAI Daop 4 berharap masyarakat makin sadar bahwa keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama.