Ia menegaskan agar proyek fasilitas pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu ini tidak dibangun dengan kualitas asal-asalan.
Dari pantauan lapangan, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta, Septina Sintasari, melaporkan bahwa proyek asrama garapan Kementerian PU di Sukoharjo memang belum sepenuhnya rampung.
Meski begitu, para tenaga pendidik tetap optimis operasional akan berjalan sesuai target waktu. SRMA 17 Surakarta sendiri sudah menyeleksi 188 siswa baru yang siap menempati kompleks di Sukoharjo pada tahun ajaran perdana ini.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng, Imam Maskur, menjabarkan bahwa saat ini Provinsi Jateng mengelola 10 Sekolah Rakyat permanen dan 6 unit berstatus rintisan.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, Pemprov Jateng berharap seluruh pihak terkait dapat mempercepat penyelesaian kendala di lapangan, sehingga operasional Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal menyambut tahun ajaran 2026/2027. (*)