Konten Semarang
Semarang

Kemarau Landa Semarang, Waspadai Ancaman Dehidrasi dan ISPA

Kemarau kering melanda Semarang, tingkatkan risiko dehidrasi dan ISPA. Pakar imbau warga perbanyak minum air putih serta memakai masker.

ilustrasi kemarau. (foto : gemini.ai)
ilustrasi kemarau. (foto : gemini.ai)

Sebagai langkah perlindungan tambahan bagi mereka yang kerap beraktivitas di jalanan, pemakaian masker sangat dianjurkan guna meminimalisasi paparan polutan dan debu.

"Jangan sampai kekurangan cairan, kemudian jika berada di tempat terbuka, gunakan masker agar paparan debu dapat dikurangi, istirahat yang cukup juga penting agar tubuh tetap bugar saat menghadapi cuaca panas," tuturnya mengingatkan.

Di sisi lain, Ari menegaskan bahwa upaya membentengi diri dari cuaca ekstrem ini tak bisa sekadar mengandalkan langkah individu. Pemerintah pun dituntut turun tangan dalam menghadirkan ekosistem lingkungan yang lebih sehat.

Langkah yang bisa diambil, tambah Ari, adalah dengan menggencarkan program penanaman pohon. Masifnya penghijauan sangat krusial karena terbukti ampuh meredam suhu ekstrem sekaligus menjadi penyaring alami udara.

Hal ini masih harus ditunjang dengan pengadaan lebih banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta pengelolaan cadangan air buatan guna menyiasati dampak kemarau berkepanjangan. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

Dorong UMKM dan Pangan, USM Sebar 855 Mahasiswa KKN di Semarang
Semarang • 09 Juli 2026

Dorong UMKM dan Pangan, USM Sebar 855 Mahasiswa KKN di Semarang

Rekomendasi Redaksi