“Pemkot Semarang memberikan dukungan penuh agar industri kreatif kita memiliki ruang yang sehat untuk berkembang melalui semangat belajar, berkarya, dan berlayar. Kami ingin memfasilitasi para kreator muda agar mereka tidak hanya produktif menciptakan karya, tetapi juga mampu berlayar membawa narasi-narasi lokal ke panggung komersial yang lebih luas,” ujarnya.
Peluncuran LOFF 2026 juga ditandai dengan penguatan kualitas kompetisi melalui keterlibatan sejumlah tokoh perfilman nasional sebagai dewan juri.
Nama-nama seperti Hanung Bramantyo, Nirina Zubir, hingga Yandy Laurens dipastikan akan terlibat sepanjang festival berlangsung untuk memberikan penilaian sesuai standar industri perfilman profesional.
Agustina berharap kehadiran para pelaku industri tersebut dapat menjadi ruang transfer pengetahuan bagi komunitas film pendek di Indonesia.
Ia optimistis sinergi antara dukungan pemerintah, kekuatan ruang bersejarah, dan pendampingan profesional akan mempercepat langkah Semarang menuju status **Cinematic City** yang mampu bersaing di tingkat global.
“Kehadiran para sineas senior nasional sebagai dewan juri menjadi tolok ukur yang sangat berharga bagi peserta untuk menguji kualitas karya mereka. Saya berharap lewat festival ini akan lahir generasi baru yang mandiri secara kreatif dan mampu menjadikan sektor perfilman sebagai motor penggerak baru ekonomi kota,” pungkasnya. (*)