Menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut, Luthfi meminta seluruh kepala daerah di kawasan pesisir segera melakukan pendataan lahan yang terdampak rob dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi area budidaya nila salin.
Menurutnya, rob merupakan tantangan yang membutuhkan strategi adaptasi selain upaya mitigasi jangka panjang seperti pembangunan tanggul laut dan rehabilitasi mangrove.
“Salah satunya dengan mengubah lahan yang terdampak menjadi tetap produktif melalui pengembangan nila salin,” ujarnya.
Selain membahas penanganan rob, Ahmad Luthfi juga menegaskan bahwa swasembada pangan tetap menjadi prioritas pembangunan Jawa Tengah pada 2026.
Ia meminta seluruh pemerintah daerah mengantisipasi musim kemarau dengan memetakan wilayah rawan kekeringan, memperkuat program pompanisasi dan pipanisasi, serta menjaga produktivitas sektor pertanian.
“Jangan sampai saat musim kemarau panjang kita tergagap. Daerah harus segera melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan agar target produksi pangan tetap tercapai,” tegasnya. (*)