Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan tugas utama PMI adalah mengurangi penderitaan masyarakat akibat bencana alam maupun kejadian yang disebabkan oleh manusia. Karena itu, seluruh jajaran PMI harus selalu siaga dan mampu bergerak cepat saat dibutuhkan.
“PMI tidak mempunyai kantor, tetapi mempunyai markas. Markas itu seperti markas polisi, kita siap 24 jam kalau ada apa-apa. PMI siap membantu masyarakat kapan pun kejadiannya,” ujar Jusuf Kalla.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan relawan harus didukung pelatihan yang memadai, logistik, dan peralatan yang cukup mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana.
Jusuf Kalla juga menegaskan kepercayaan masyarakat menjadi modal utama bagi PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Ada tangan di atas yang membantu, ada tangan di bawah yang menerima bantuan, dan kita berada di tengah. Hal itu hanya bisa terjadi kalau ada kepercayaan, baik dari masyarakat maupun pemerintah,” jelasnya.
Terkait dampak kekeringan akibat El Nino, Jusuf Kalla menyebut PMI telah menyiapkan sekitar 200 truk tangki air untuk membantu daerah terdampak di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Ketua PMI Jawa Tengah Haryanto melaporkan operasi kemanusiaan penanganan kekeringan telah dilakukan di 14 kabupaten/kota.
Sebanyak 2,2 juta liter air bersih telah disalurkan melalui 433 kali distribusi menggunakan 18 truk tangki kepada 109.317 warga di 88 desa dan 48 kecamatan.
Meski demikian, distribusi masih terkendala karena belum seluruh PMI kabupaten/kota memiliki armada truk tangki.
“Setelah dilantik, kami bersama pengurus akan melaksanakan tugas pengabdian kemanusiaan, bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu program-program di bidang kebencanaan, sosial, kesehatan, pembinaan generasi muda maupun relawan, dan pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Haryanto. (*)