Kinerja gemilang ini turut dirasakan Kota Tegal yang sukses melampaui target investasinya pada tahun 2025 dengan capaian Rp791,67 miliar, dan berhasil bertahan di jajaran 10 besar wilayah dengan realisasi investasi tertinggi di Jateng pada awal 2026.
Meski begitu, Luthfi mengingatkan bahwa derasnya investasi berskala besar wajib diimbangi dengan pemberdayaan sekitar 4,9 juta pelaku UMKM di Jateng agar bisa naik kelas.
Bank Jateng pun didorong untuk mengambil peran sentral dalam pembiayaan permodalan bagi UMKM dan sektor swasta.
Merespons arahan tersebut, Direktur Utama Bank Jateng, Bambang Widyatmoko, menegaskan kesiapannya menjadikan forum ini sebagai batu loncatan kolaborasi.
“Kami ingin memperluas layanan kepada dunia usaha, dan perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah. Dana yang dihimpun juga kami salurkan kepada sektor produktif, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah, hingga komersial,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, memaparkan bahwa forum yang mengusung tema “Amazing Tegal, Amazing Investment, and Amazing Service” ini sukses mengumpulkan sekitar 100 pengusaha kakap Tegal, 100 pelaku bisnis kuliner dan hiburan, hingga perwakilan dari 20 perusahaan modal asing.
Ia menaruh harapan besar agar ajang ini memicu optimalisasi aset daerah yang belum tergarap maksimal serta memancing aliran investasi baru di sektor publik dan komersial. (*)