“Yang lebih penting adalah anak-anak rajin belajar agar Jawa Tengah semakin maju,” ujarnya.
Sumarno menjelaskan, program ini memiliki empat pilar utama. Pertama, pembentukan Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA).
Kedua, perlindungan dan pemberdayaan lansia serta penyandang disabilitas. Ketiga, Taruna Karya Mandiri atau Kartu Zilenial untuk pemberdayaan generasi muda. Keempat, pengembangan sport center sebagai sarana pendidikan olahraga masyarakat.
Dengan empat pilar tersebut, Kecamatan Berdaya diharapkan mampu mentransformasi kecamatan menjadi pusat pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, kreativitas, sekaligus perlindungan bagi kelompok rentan.
Acara pencanangan dihadiri langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Sekda Sumarno, para bupati dan wali kota se-Soloraya, serta ratusan peserta dari berbagai kabupaten/kota, baik secara luring maupun daring. Kehadiran mereka disambut meriah oleh Forum Anak Jawa Tengah yang turut menjadi bagian dari program ini.