Dari sisi lahan, lokasi PSEL sesuai dengan RTRW, memiliki timbulan sampah mencukupi, serta dekat dengan sumber air yang dibutuhkan untuk operasional.
“Hasil verifikasi ini akan menjadi dasar pembahasan di tingkat nasional. Targetnya, tahun depan PSEL di Semarang bisa berjalan dan menjadi model pengelolaan sampah modern, efisien, serta ramah lingkungan menuju zero emission 2050,” jelas Firdaus.
Ia menegaskan, pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh, baik dalam pendampingan teknis, penyusunan dokumen lingkungan, maupun koordinasi lintas sektor.
“PSEL Semarang diharapkan menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bertransformasi menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon,” pungkasnya.