Pada 2027, pemerintah menargetkan pengembangan lima destinasi wisata alam dan lima desa atau kampung wisata baru.
Selain itu, sebanyak 20 konten kreator akan mendapat pelatihan dengan target kunjungan wisatawan mencapai 9.461.037 orang.
Penguatan sektor ekonomi dan pariwisata juga dibarengi dengan penanganan banjir secara terpadu dari wilayah hulu hingga hilir.
Upaya tersebut meliputi optimalisasi pompa, normalisasi saluran, serta integrasi saluran primer bersama BBWS Pemali Juana melalui program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).
Selain target pertumbuhan ekonomi 6,70-8,55 persen, sejumlah sasaran makro 2027 juga ditetapkan. IPM ditargetkan meningkat menjadi 87,35, kemiskinan ditekan ke kisaran 3,52-3,31 persen, sementara TPT ditargetkan berada pada rentang 5,23-4,93 persen.
“Seluruh angka, target, program, dan kebijakan ini memiliki satu ukuran: seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan Musrenbang ini sebagai ruang kolaborasi yang sungguh-sungguh,” pungkasnya. (*)