KONTENSEMARANG.COM - Perkembangan teknologi dinilai membuka peluang yang semakin besar bagi terciptanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan di dunia kerja.
Perubahan pola kerja, otomatisasi, serta berkembangnya berbagai platform digital membuat banyak jenis pekerjaan kini tidak lagi bergantung pada kemampuan fisik semata.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mengajak seluruh pihak memanfaatkan perkembangan tersebut untuk mempersempit kesenjangan gender, khususnya dalam pasar tenaga kerja di Jawa Tengah.
Menurut Heri, transformasi digital telah menghadirkan ruang baru bagi perempuan untuk berpartisipasi lebih luas dalam berbagai bidang pekerjaan.
Sistem kerja jarak jauh, ekonomi digital, hingga perkembangan industri berbasis teknologi dinilai dapat membuka kesempatan yang lebih setara.
“Teknologi memberikan kesetaraan. Dahulu dunia bergantung pada otot laki-laki, sekarang karena teknologi, laki-laki dan perempuan berada dalam kesetaraan kesempatan. Jawa Tengah harus memanfaatkan momentum ini untuk menghilangkan gap di pasar tenaga kerja,” ujar Heri.
Ia menilai, peningkatan partisipasi perempuan dalam dunia kerja perlu terus didukung melalui kebijakan dan program yang mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Literasi digital dan peningkatan keterampilan menjadi salah satu faktor penting agar perempuan dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan adanya perkembangan positif dalam partisipasi perempuan di sektor ketenagakerjaan.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan pada 2025 tercatat mencapai 56,63 persen, sementara tingkat kesempatan kerja mencapai 95,16 persen.