KONTENSEMARANG.COM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah mencegah berbagai persoalan sosial.
Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan seperti stunting, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hal tersebut disampaikan Nawal saat menghadiri Siraman Rohani bertema Muharam Momentum Menata Hati Kokohkan Ketahanan Keluarga di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Senin (6/7/2026).
Kegiatan itu menghadirkan dosen filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr Fahrudin Faiz, sebagai narasumber dan turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.
“Dari sekian banyak isu-isu strategis mengenai keluarga, mulai dari stunting, terus kekerasan, baik itu kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan perempuan dan anak, dan sebagainya, itu penyebab yang pertama adalah kerentanan dalam keluarga,” ungkap Nawal.
Menurut Nawal, membangun ketahanan keluarga tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga perlu diiringi penguatan spiritual serta kemampuan setiap anggota keluarga dalam menata hati.
Ia mengatakan, keluarga yang memiliki fondasi keimanan yang kuat akan lebih siap menghadapi berbagai persoalan kehidupan dengan penuh ketenangan dan kebijaksanaan.
“Sehingga hari ini kita belajar, bagaimana agar kita bisa menata hati, agar kita bisa menciptakan keluarga yang kokoh, yang fondasinya penuh dengan keimanan, keluarga yang penuh kedamaian, kesejahteraan lahir batinnya,” ujar pengasuh Ponpes Al-Anwar Rembang tersebut.
Nawal menambahkan, setiap keluarga pasti menghadapi tantangan hidup. Karena itu, kemampuan menjaga ketenangan batin dan memperkuat keimanan menjadi bekal penting dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Ia juga mencontohkan kisah Rasulullah SAW bersama Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah sebagai teladan bahwa ketenangan hidup diperoleh dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui zikir.
Sementara itu, Dr Fahrudin Faiz menilai ketahanan keluarga juga dipengaruhi pola pengasuhan orang tua, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, pendampingan terhadap anak menjadi hal penting agar mereka tidak terpengaruh secara negatif oleh penggunaan gawai, permainan daring, maupun media sosial.
“Ketika ada kendali orang tua, anak kita jauh lebih terjaga. Bagaimana pun kita harus tetap mengkhawatirkan generasi, karena masa depan kita, termasuk bangsa, kuncinya di anak-anak kita,” tandasnya. (*)