Mbah Munif menambahkan, hanya Allah SWT yang tidak akan pernah mengecewakan ketika dicintai dengan sepenuh hati.
Oleh sebab itu, manusia seharusnya menempatkan cinta kepada Sang Pencipta di atas segala bentuk cinta lainnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan hidup bukan ditentukan oleh tingkat kecerdasan, kekayaan, ataupun jabatan yang dimiliki seseorang.
Hakikat hidup, menurutnya, adalah menyadari bahwa seluruh kehidupan berada dalam genggaman Allah SWT.
"Hidup ini tidak hanya jadi orang pintar, tidak hanya jadi orang kaya, jadi tidak hanya jadi orang yang punyai jabatan tinggi, bukan. Hidup ini adalah milik Allah," tegasnya.
Menurut Mbah Munif, ketika kesadaran spiritual tersebut telah tertanam kuat dalam diri seseorang, maka berbagai status dan pencapaian duniawi tidak lagi menjadi sumber kegelisahan.
Menutup tausiahnya, ia menyampaikan refleksi bahwa dunia pada dasarnya tidak memiliki persoalan.
Justru manusialah yang sering kali menciptakan masalah melalui cara berpikir dan tindakannya sendiri.
"Kita yang bikin masalah. Dunianya tidak ada masalah," pungkasnya.
Melalui kegiatan Ngaji Kebangsaan dan Nilai Kemanusiaan tersebut, Mbah Munif berharap seluruh jamaah dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang makna iman dan pengabdian kepada Allah SWT, sehingga mampu menjalani kehidupan dengan penuh ketenangan, keikhlasan, dan rasa syukur. (*)