Konten Semarang
Regional

Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan, Strategi Baru Pemprov Jateng Atasi Backlog Perumahan

Pemprov Jateng luncurkan Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan untuk percepat penyediaan rumah layak huni dan atasi backlog.

Untuk 2026, target penyediaan rumah ditetapkan sebanyak 10.231 unit dengan anggaran Rp210 miliar. Program itu mencakup peningkatan kualitas 10.074 unit rumah, pembangunan 100 Rumah Sederhana Sehat, 40 unit rumah korban bencana dan relokasi, serta 17 unit rumah apung.

Dalam rangkaian acara Gubernur Menyapa bertema Perempuan Berdaya Indonesia Berdaya, Pemprov juga menyerahkan bantuan pemasangan sambungan listrik untuk 100 rumah di Banyumas dan Cilacap senilai Rp119,7 juta. Selain itu, bantuan PLTS rooftop senilai Rp74,7 juta diberikan kepada UMKM Kelompok Usaha Bersama Mandiri Sejahtera di Desa Pejerukan, Kecamatan Kalibagor, Banyumas.

Solusi Komprehensif Sektor Perumahan

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah Boedyo Dharmawan menyampaikan bahwa Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan dirancang sebagai solusi menyeluruh atas persoalan sektor perumahan.

Bagi MBR yang memiliki penghasilan namun belum mempunyai rumah, pemerintah menyediakan akses rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikerjakan bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dan Bank Jateng, termasuk dukungan pembebasan BPHTB dan BPPT.

“Untuk MBR yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah, kami bekerja sama dengan BKK BPR melalui program Omah Lestari. Ini menjadi solusi nyata agar masyarakat bisa memiliki rumah layak,” jelas Boedyo.

Sementara bagi warga yang rumahnya rusak dan tidak mampu memperbaiki, tersedia bantuan melalui program RTLH. Pemerintah juga menyiapkan relokasi untuk masyarakat yang tinggal di kawasan yang tidak sesuai ketentuan serta bantuan perumahan bagi korban bencana.

“Semua ini kita lakukan sesarengan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, pelaku usaha melalui CSR, hingga Baznas, dikemas dalam satu payung besar program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan,” tegasnya.

Ia berharap program tersebut dapat dirasakan luas manfaatnya dan mengajak masyarakat aktif mencari informasi serta berkonsultasi apabila menghadapi persoalan hunian.

“Ini adalah program solusi. Monggo masyarakat ikut menyebarluaskan dan segera berkonsultasi jika memiliki persoalan perumahan,” pungkasnya.

Halaman 2 dari 2