“Manfaatkan seluruh fasilitas yang ada. Bagi yang lelah, silakan beristirahat dan jangan memaksakan diri,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan moda transportasi alternatif seperti kereta api serta kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk membantu mengurangi kepadatan arus balik.
Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil pemerintah berfokus pada keselamatan masyarakat selama perjalanan.
“Agar seluruh keluarga bisa kembali dari mudik dengan selamat dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti pentingnya kondisi fisik pengemudi sebagai faktor utama keselamatan. Ia mengimbau agar pemudik beristirahat secara berkala.
“Setiap tiga jam kalau bisa berhenti, agar tidak ngantuk dan tidak capek. Karena kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan,” ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik tahun ini.
Ia menyebutkan, jumlah kendaraan yang masuk ke Jawa Tengah selama periode mudik mencapai sekitar 1.795.522 unit, sedangkan yang keluar tercatat sekitar 1.099.049 unit.
Untuk arus balik, baru sekitar 153.136 kendaraan yang tercatat kembali, sementara sekitar 1,6 juta kendaraan lainnya masih berada di wilayah Jawa Tengah.
“Artinya masih ada yang belum kembali. Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru dan bisa memanfaatkan waktu perjalanan yang masih tersedia,” ujarnya.