Sembari menunggu rampungnya tanggul laut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai langkah penanganan sementara, seperti pemasangan pompa air di titik-titik genangan, pengerukan sungai yang dangkal, normalisasi saluran, hingga penyediaan layanan sosial bagi warga terdampak.
Layanan tersebut antara lain berupa Program Dokter Spesialis Keliling (Speling), Cek Kesehatan Gratis (CKG), bantuan sembako, serta alat tulis sekolah bagi anak-anak terdampak.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Khusairi, menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 (KaligaweโSayung) sepanjang 10,634 km terintegrasi langsung dengan pembangunan tanggul laut atau giant sea wall.
Proyek senilai Rp10,9 triliun ini diestimasikan mampu mengeringkan area seluas 576 hektare. Selain tanggul laut, proyek ini juga melibatkan pembangunan Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan sebagai penampung air sebelum dialirkan ke laut atau daerah resapan.
Dengan kombinasi infrastruktur tanggul laut dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan banjir rob yang sudah terjadi sejak dekade 1990-an bisa ditangani secara berkelanjutan.