Dalam kegiatan tersebut, Pegadaian menggabungkan edukasi investasi dengan berbagai aktivitas publik, seperti bazar UMKM, lomba busana muslim, lelang emas dengan harga khusus, hingga berbagai permainan interaktif.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, perusahaan juga memberikan santunan kepada Panti Asuhan Bumi Damai. Acara kemudian ditutup dengan hiburan musik.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi experiential marketing Pegadaian untuk memperkuat keterlibatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap produk investasi emas perusahaan.
Ali menambahkan, Pegadaian kini juga mulai mengarahkan pengembangan nasabah kepada kelompok generasi Z yang dinilai memiliki potensi besar sebagai investor di masa depan.
Melalui aplikasi Tring, masyarakat dapat memulai investasi emas dengan nominal yang relatif terjangkau.
“Melalui platform digital kami, masyarakat bisa menabung emas mulai dari Rp10 ribu. Hal ini membuka akses investasi yang lebih inklusif, terutama bagi generasi muda,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah pengunjung yang datang untuk berkonsultasi mengenai investasi emas maupun mengikuti berbagai rangkaian kegiatan.
Untuk menambah daya tarik acara, Pegadaian juga menghadirkan penampilan musisi nasional Marcello Tahitoe sebagai bagian dari hiburan.
Sementara itu, Kepala Departemen Bisnis Support Pegadaian Kanwil XI Semarang, Tyas Ari Hidayat, menyebut tren investasi emas di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan positif.
Ia mencatat bahwa dalam periode 1–6 Maret 2026, volume transaksi produk cicil emas dan tabungan emas mengalami peningkatan signifikan.