Konten Semarang
Parlemen

Pelaku UMKM Didominasi Kaum Perempuan, Dyah Tunjung Dorong Pendampingan dari Pemkot Semarang

60% pelaku UMKM Jateng adalah perempuan. DPRD Semarang dorong pendampingan, legalitas, dan dukungan bagi UMKM perempuan.

IMG-20250628-WA0006

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Temen Tinemu Temenanan, Tri Winarti, menyatakan bahwa perempuan tidak bisa hanya berdiam diri di tengah tantangan ekonomi. 

Menurutnya, perempuan—khususnya ibu rumah tangga—harus mampu mandiri secara ekonomi agar dapat menjadi penopang keluarga sekaligus pendidik generasi masa depan.

“Saya rasa perempuan tidak bisa biasa-biasa saja. Kita adalah penentu masa depan anak-anak. Seminar ini penting sebagai bekal dalam mengembangkan UMKM,” katanya.

Sementara itu, Mila Karmilah dari Pusat Studi Wanita Unissula menyoroti regulasi lembaga keuangan yang dinilai masih kurang berpihak kepada perempuan. 

Salah satunya adalah syarat pengajuan bantuan modal yang masih mensyaratkan KTP suami.

Ia menilai regulasi tersebut perlu ditinjau ulang agar perempuan dapat mengakses dukungan finansial secara merata. 

“Pemberdayaan ekonomi perempuan penting untuk membangun kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan dalam menjalani kehidupan,” ungkap Mila.

Seminar ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam sektor ekonomi sekaligus menggugah kepedulian berbagai pihak agar pemberdayaan perempuan tidak sekadar jargon, tetapi terwujud dalam dukungan nyata.

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

DPRD-Kota-Semarang-Harap-Pembangunan-Merata-di-Seluruh-Wilayah-750x375
Parlemen • 09 September 2025

Suharsono: Pembangunan Harus Dirasakan Warga di Semua Kelurahan

Rekomendasi Redaksi