Konten Semarang
Semarang

Peluncuran Biografi Bati Mulyono: Menelusuri Sejarah Kelam Operasi Petrus di Era Orde Baru

Biografi Bati Mulyono ungkap sejarah kelam operasi Petrus Orde Baru dan perjuangan menuntut keadilan HAM yang belum terselesaikan.

Menariknya, selama pelarian tersebut, Bati mengumpulkan kliping berita-berita terkait Petrus dari berbagai media nasional. 

Dokumentasi ini kemudian disebarkan ke beberapa perguruan tinggi sebagai bahan kajian sejarah, salah satunya ke Universitas Jember (UNEJ). 

Di kampus tersebut, dosen Rian Adhivira bersama mahasiswa merancang website petapetrus.com yang memetakan lokasi kejadian Petrus dan menyediakan akses publik terhadap dokumen-dokumen arsip.

“Melalui platform ini, kami ingin generasi muda bisa mengenal sejarah secara terbuka dan bertanggung jawab,” kata Rian.

Dalam diskusi peluncuran buku, hadir pula Atnike Nova Sigiro dari Komnas HAM yang menyatakan bahwa kasus Petrus termasuk dalam 12 kasus pelanggaran HAM berat yang telah diselidiki dan diserahkan ke Kejaksaan Agung. Namun hingga kini belum ada proses hukum lebih lanjut.

Atnike berharap agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap menunjukkan komitmen dalam penyelesaian kasus-kasus HAM masa lalu, baik melalui jalur yudisial maupun non-yudisial sesuai amanat UU No. 26 Tahun 2000.

Pihak keluarga menegaskan bahwa peluncuran biografi ini tidak bermuatan politik. Buku ini ditujukan sebagai kontribusi terhadap literasi sejarah dan pendidikan kewarganegaraan, agar tragedi masa lalu tak terlupakan.

“Kami ingin publik memahami bahwa keadilan dan hak asasi manusia adalah pondasi penting negara demokrasi,” tutup Idha.

Halaman 2 dari 2