Kebijakan serupa juga diterapkan untuk jabatan kepala sekolah, yang prosesnya telah dimulai melalui program pendidikan dan pelatihan (diklat).
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota memberikan penghargaan atas dedikasi guru dalam mendidik generasi penerus bangsa.
Ia juga mendorong para pendidik untuk terus menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman.
“Supaya pola pengajarannya itu tidak konvensional. Sehingga jarak antara guru dan murid itu bisa didekatkan lagi. Kalau misalnya guru-guru ini bisa mendekati anak berarti bisa mengerti anak-anak didiknya. Kalau dulu kan top down,” ungkapnya.
Peringatan Hari Guru Nasional di Semarang dihadiri ribuan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat untuk memajukan dunia pendidikan.
Dinas Pendidikan Kota Semarang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah, serta pembinaan tenaga kependidikan di wilayah kota.