Dengan armada baru, gangguan seperti mogok di jalan diharapkan dapat diminimalkan.
"Kasus di lapangan memang banyak karena usia bus sudah tua. Harapannya dengan bus baru ini lebih siap kerja dan bisa mengantisipasi kasus-kasus seperti mogok," terangnya.
Agustina menyebut pembaruan armada BRT Trans sebagai bukti keseriusan Pemkot Semarang dalam menghadirkan transportasi umum yang nyaman dan andal.
Ia pun berharap langkah ini mampu mengakhiri keluhan masyarakat terkait bus mogok.
"Nanti sampai September kita ada 130 bus yang diremajakan. Selamat tinggal cumi-cumi darat," ungkap Agustina.
Selain itu, Pemkot Semarang juga akan mulai mengoperasikan bus listrik sebagai bagian dari modernisasi armada.
Ke depan, jumlahnya diharapkan terus bertambah guna menekan polusi dan emisi di wilayah perkotaan.
"Doakan kekuatan fiskal Pemkot Semarang agar bisa menambah jumlah armada, termasuk pembiayaan operasionalnya. Walaupun armada ini dari pihak ketiga, biaya operasional tetap harus ditanggung pemerintah kota," tandasnya. (*)