Hasil perhitungan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyesuaian anggaran.
"Masing-masing dinas akan melaporkan perkiraan penghematannya sampai seberapa. Nanti di proses perubahan anggaran akan ditetapkan pengurangannya," jelas Wali Kota.
Namun demikian, Agustina menekankan bahwa kebijakan efisiensi tidak boleh mengurangi kualitas layanan publik.
Pemerintah akan merumuskan pola kerja agar pelayanan tetap berjalan optimal.
"Pelayanan harus tetap terjaga. Masyarakat harus tetap terlayani dengan baik, tidak boleh ada yang macet," tuturnya.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan efektif, Pemkot juga akan merancang sistem pengawasan yang melibatkan berbagai pihak.
"Ini harus ada pola sistem tertentu yang kita putuskan cepat. Wali kota tidak bisa mengawasi sendiri, inspektorat juga tidak bisa mengawasi sendiri," tandasnya. (*)