“Kami berharap pembahasan ini segera rampung dan dapat dikirim ke Kementerian Dalam Negeri. Supaya OPD bisa langsung bergerak,” tegas Luthfi.
Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Investasi Tumbuh Positif
Jawa Tengah menunjukkan kinerja ekonomi yang cukup positif. Pada triwulan I 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,96 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,48 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik ke angka 73,87.
Investasi juga mengalami peningkatan signifikan. Selama triwulan pertama, total investasi mencapai Rp21,85 triliun, yang terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp14,08 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp7,77 triliun. Angka ini turut mendorong terciptanya 97 ribu lapangan kerja baru.
Inflasi pun terjaga di level 2,20 persen, menunjukkan stabilitas harga yang mendukung daya beli masyarakat.
Proyeksi Anggaran Perubahan APBD 2025
Rancangan Perubahan APBD Jateng 2025 mencatatkan kenaikan proyeksi pendapatan daerah sebesar Rp88,4 miliar. Pendapatan naik dari Rp24,48 triliun menjadi Rp24,57 triliun, terutama dari sektor Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan pendapatan asli daerah lainnya.
Sementara itu, belanja daerah juga meningkat sebesar Rp303,1 miliar, dari Rp24,84 triliun menjadi Rp25,15 triliun. Tambahan belanja ini akan digunakan untuk program-program prioritas seperti peningkatan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan sosial, serta penguatan sektor pendidikan.
"Semoga seluruh program ini membawa manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi bagian dari langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Luthfi.