Upaya tersebut turut didukung capaian imunisasi yang cukup baik. Pada 2025, cakupan vaksinasi MR bayi di Jawa Tengah mencapai 106,7 persen atau melampaui target.
Meskipun begitu, masih terdapat sejumlah wilayah dengan cakupan rendah yang berpotensi menjadi titik penyebaran.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi capaian Jawa Tengah dalam menjaga tingkat imunisasi di tengah jumlah penduduk yang besar.
“Jawa Tengah ini berhasil, karena dengan populasi besar, cakupan imunisasi di bawah 95 persen hanya di sedikit kabupaten/kota,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menilai langkah yang dilakukan Pemprov Jateng sudah cukup baik, namun perlu diperkuat melalui edukasi publik yang lebih luas dan kolaboratif.
“Edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua yang berpotensi meningkatkan risiko penularan.
Oleh sebab itu, peran sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada para orang tua. (*)