Selain itu, Taj Yasin mengingatkan agar jamaah Rifa’iyah tidak merasa rendah diri, mengingat kontribusinya dalam perkembangan keilmuan Islam di Jawa sangat luas.
Ajaran serta karya Ahmad Rifa’i sebagai pendiri Rifa’iyah masih menjadi rujukan banyak kalangan.
“Banyak kiai di Jawa Tengah belajar dari ulama Rifa’iyah. Ini menunjukkan pengaruhnya besar, bukan hanya internal, tapi juga untuk umat secara luas,” tambahnya.
Pemprov Jawa Tengah pun menilai sinergi antarorganisasi keagamaan penting untuk menjaga keseimbangan antara nilai keagamaan dan kebangsaan.
Sosok Ahmad Rifa’i sendiri telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional, yang menegaskan kontribusinya dalam perjuangan Islam sekaligus kemerdekaan Indonesia.
Melalui Mukerwil ini, pemerintah berharap Rifa’iyah dapat merumuskan program kerja yang tidak hanya memperkuat organisasi secara internal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial keagamaan.
“Kalau sinergi ini dijaga, maka bukan hanya organisasi yang kuat, tapi juga masyarakat dan negara,” pungkas Taj Yasin.(*)