Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menilai Perang Obor bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi juga menyimpan pesan kehidupan yang penting untuk diwariskan.
“Dari sejarah Perang Obor ini ada pesan yang perlu diingat masyarakat, bahwa amanah harus benar-benar dijalankan,” katanya.
Menurut Taj Yasin, ritual tersebut juga menjadi bentuk pengharapan dan doa masyarakat kepada Tuhan agar selalu diberi perlindungan.
“Ini bentuk doa agar masyarakat diangkat dari bala dan diberi keselamatan,” lanjutnya.
Ia juga menilai kegiatan budaya seperti Perang Obor memiliki nilai strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jepara kepada publik yang lebih luas.
Tingginya jumlah pengunjung dari berbagai daerah menjadi bukti besarnya daya tarik tradisi tersebut.
Salah seorang pengunjung, Jatus, mengaku sengaja datang bersama keluarganya dari wilayah Batealit untuk menikmati suasana Perang Obor.
“Sudah dua kali nonton. Tahun ini lebih seru,” ujarnya.
Meski sempat diguyur hujan, masyarakat tetap bertahan mengikuti seluruh rangkaian acara.
Ia berharap tradisi ini terus berkembang dan semakin dikenal tanpa meninggalkan nilai budaya yang diwariskan.