Konten Semarang
Nasional

Pertemuan Prabowo dan Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis Indonesia-Jerman

Prabowo sambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka. Bahas kerja sama strategis bilateral RI-Jerman.

Prabowo Terima Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman di Jakarta
Foto: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI

KONTENSEMARANG.COM - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6). 

Kunjungan Presiden Jerman tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman di sejumlah sektor strategis.

Presiden Steinmeier tiba di Istana Merdeka dengan prosesi penyambutan kenegaraan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah. 

Kendaraan yang ditumpangi Presiden Jerman memasuki kompleks Istana dengan pengawalan 120 pasukan berkuda, yang terdiri atas 80 personel di bagian depan dan 40 personel di belakang kendaraan.

Selain pasukan berkuda, rombongan tamu negara juga mendapat pengawalan dari 17 pasukan motoris hingga tiba di halaman Istana Merdeka. Setibanya di lokasi, Presiden Steinmeier disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Suasana penyambutan semakin semarak dengan kehadiran anak-anak sekolah yang menyampaikan ucapan selamat datang. Penampilan tarian tradisional Indonesia turut menambah kemeriahan rangkaian acara penyambutan tersebut.

Prosesi kenegaraan kemudian dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Jerman. 

Setelah itu, Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier berjalan berdampingan untuk melakukan pemeriksaan pasukan jajar kehormatan sebagai bagian dari rangkaian upacara resmi.

Usai pemeriksaan pasukan, kedua kepala negara memperkenalkan dan menyapa delegasi dari masing-masing negara. 

Delegasi Indonesia yang mendampingi Presiden Prabowo terdiri atas Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sementara itu, delegasi Republik Federal Jerman yang mendampingi Presiden Steinmeier antara lain Mr. Florian Hahn selaku Minister of State, Ralf Beste sebagai Ambassador of the Federal Republic of Germany to the Republic of Indonesia, serta Amb. Wolfgang Silbermann yang menjabat Head of the Presidential Foreign Policy Department.

Setelah rangkaian penyambutan selesai, kedua pemimpin negara melangsungkan **pertemuan bilateral Indonesia dan Jerman** dalam format empat mata (tête-à-tête). Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.

Agenda selanjutnya adalah pertemuan antara delegasi Indonesia dan Jerman yang bertujuan mempertegas sekaligus memperkuat hubungan bilateral yang selama ini telah terjalin erat.

Dalam pembahasan tersebut, kedua negara menyoroti berbagai peluang kerja sama, meliputi bidang ekonomi, perdagangan, investasi, energi bersih, hingga pengembangan sektor-sektor masa depan yang diharapkan memberikan manfaat bagi Indonesia maupun Jerman.

Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman ke Indonesia juga menjadi simbol pentingnya hubungan kedua negara yang memiliki posisi strategis dalam mendorong kerja sama global yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui kerja sama strategis Indonesia Jerman di berbagai sektor, kedua negara diharapkan semakin memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan.

Dengan adanya kunjungan ini, Indonesia dan Jerman diharapkan dapat terus meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang serta berkontribusi terhadap stabilitas dan kemajuan bersama. 

Kehadiran Presiden Steinmeier sekaligus menegaskan komitmen kedua negara dalam mempererat hubungan diplomatik yang telah terbangun selama ini melalui berbagai bentuk kerja sama dan kemitraan yang berkelanjutan. 

Selain itu, pertemuan tersebut menjadi langkah penting bagi kedua negara dalam memperluas peluang kolaborasi di masa mendatang demi kepentingan bersama.

Menampilkan semua halaman artikel.