“Dengan adanya mudik bersama yang terkoordinasi dari sisi lalu lintas, maka pergerakan pemudik menjadi lebih terkonsentrasi dan terawasi, sehingga bisa meminimalkan adanya black spot maupun titik rawan terkait lalu lintas,” katanya.
Luthfi juga berpesan kepada para perantau agar tetap menjaga etos kerja serta membawa nama baik daerah asal. “Jawa Tengah itu pekerja keras, sopan, dan toleran,” ujarnya.
Dalam program Balik Rantau Gratis 2026, Pemprov Jateng menyediakan 84 armada bus dengan kapasitas 4.181 penumpang, serta empat gerbong kereta api berkapasitas 320 penumpang.
Moda kereta api telah diberangkatkan lebih dahulu pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta menggunakan KA Tawang Jaya Premium.
Sebanyak 41 bus diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan, 21 bus dari Terminal Bulupitu Banyumas, 11 bus dari Terminal Mangkang Semarang, serta 11 bus melalui pemberangkatan mandiri dari Magelang, Kendal, Kudus, dan Blora.
Mayoritas bus menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta, sementara sebagian lainnya menuju Bandung.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arif Djatmiko menyampaikan, program ini ditujukan bagi warga Jateng yang merantau ke wilayah Jabodetabek dan Bandung agar mendapatkan akses transportasi yang aman dan terjangkau.
“Balik Rantau Gratis ini adalah sebagai wujud kehadiran pemerintah, khususnya bagi warga Jawa Tengah yang merantau ke Jabodetabek dan Bandung, agar mendapatkan sarana transportasi secara pasti, mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, minat masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Pendaftaran yang dibuka pada 13–14 Maret 2026 bahkan langsung penuh dalam waktu singkat.
“Pendaftaran Balik Rantau ini dilakukan pada 13 sampai dengan 14 Maret 2026. Pendaftaran hanya 10 menit, langsung penuh,” katanya.