KONTENSEMARANG.COM – PDAM Tirta Moedal Kota Semarang kembali mengoperasikan Reservoir Siranda setelah menyelesaikan proses pembersihan dan pengujian kualitas air.
Fasilitas yang telah berusia lebih dari 100 tahun tersebut kini kembali difungsikan untuk mendukung distribusi air bersih bagi pelanggan di kawasan pusat kota.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan reaktivasi Reservoir Siranda dilakukan tidak hanya karena nilai historisnya, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat maupun sektor usaha.
"Reservoir Siranda merupakan salah satu warisan penting dalam sejarah pelayanan air minum di Kota Semarang. Selama lebih dari 100 tahun, fasilitas ini telah menjadi bagian dari perjalanan penyediaan air bersih bagi masyarakat," kata Mas Wawan, sapaan akrabnya, seusai peresmian reaktivasi Reservoir Siranda, Jumat (12/6/2026).
Menurut Wawan, reservoir tersebut memiliki nilai sejarah yang kuat, termasuk keterkaitannya dengan Peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang saat dokter Kariadi berupaya menggagalkan rencana peracunan sumber air yang digunakan warga.
Selain mengoptimalkan layanan, pengoperasian kembali Reservoir Siranda juga menjadi upaya membangun kembali citra positif fasilitas tersebut setelah sempat menjadi perhatian publik akibat ditemukannya jasad manusia di area reservoir pada Agustus 2025.
"Kami ingin memberikan semangat baru terhadap fasilitas ini. Reservoir Siranda harus kembali menjadi simbol pelayanan publik yang bermanfaat dan aman bagi masyarakat," ujarnya.
Wawan menjelaskan, keberadaan reservoir ini juga mendukung kebijakan harmonisasi tarif bagi pelanggan sektor niaga dan industri.
Dengan tambahan kapasitas distribusi sekitar 130 liter per detik, pasokan air bersih di wilayah pusat Kota Semarang diharapkan semakin stabil.
Sejumlah kawasan komersial dan perhotelan seperti Hotel Tentrem, Hotel Ciputra, Somerset, hingga Queen City mulai merasakan tambahan suplai air dari fasilitas tersebut.