Konten Semarang
Regional

Rob Sayung Surut, Wagub Jateng Tegaskan Komitmen Penanganan Jangka Panjang

Wagub Jateng syukuri rob Sayung surut, namun tetap lanjutkan pembangunan hybrid sea wall dan antisipasi rob jangka panjang.

Bedanya, giant sea wall menggunakan beton keras, sementara hybrid mengusung pendekatan kombinatif dan ramah lingkungan.

Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi

Gus Yasin menyebut, pengembangan konsep hybrid sea wall turut melibatkan Universitas Diponegoro (Undip) sebagai pihak yang mengkaji teknis dan lokasi pembangunan. 

Lokasi pembangunan saat ini sudah ditentukan dan segera masuk tahap komunikasi dengan masyarakat.

“Kajian dari Undip sudah ada. Lokasinya baru saja kita temukan, dan setelah ini kami akan melakukan sosialisasi ke masyarakat. Kalau semua siap, langsung kita kerjakan,” katanya.

Dalam keterangan sebelumnya, Wakil Gubernur optimistis proyek hybrid sea wall bisa dimulai pada akhir tahun 2025 dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp1,7 triliun. 

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah kabupaten/kota pesisir, agar program ini berjalan efektif dan merata.

“Penanganan rob tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga harus bergerak bersama. Semuanya harus terlibat,” tegasnya.

Sementara itu, untuk penanganan jangka pendek, Pemprov Jateng telah mengoperasikan 12 unit pompa guna mempercepat surutnya air di desa-desa terdampak seperti Sriwulan dan Timbulsloko, Sayung. Upaya ini terbukti efektif mengurangi genangan di kawasan tersebut.

“Kita sudah normalisasi, kita petakan wilayahnya, dan itu harus terus kita kuatkan agar rob tidak kembali datang di masa depan,” tutup Gus Yasin.

Halaman 2 dari 2