“Rencananya kami akan membuka Rumah Rakyat di tempat lain, seperti Surakarta. Namun kami masih melihat perkembangan dan kemampuan (sumber daya manusia) yang ada,” katanya.
Kehadiran layanan jemput bola ini menuai respons positif. Vita Marisa, seorang warga Kabupaten Kendal yang mengurus perbaikan data tempat lahir, mengaku mengetahui informasi ini dari Dinas Dukcapil di daerahnya.
“Lebih cepat mempercepat proses pengurusan administrasi kependudukan juga,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh warga Kota Semarang, Siti Istiani, yang memanfaatkan layanan ini untuk memperbarui foto KTP miliknya setelah memutuskan berhijab.
“Alhamdulillah gratis,” ujarnya.
Ke depan, masyarakat berharap program layanan Adminduk di Rumah Rakyat ini bisa diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai alternatif pengurusan dokumen identitas yang praktis dan terjangkau. (*)