Konten Semarang
Semarang

Sambut MTQ Nasional 2026, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang Jadi 17 Hari

Festival Kota Lama Semarang diperpanjang menjadi 17 hari untuk menyambut peserta MTQ Nasional sekaligus menggerakkan pariwisata.

Sambut MTQ Nasional 2026, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang Jadi 17 Hari
Sambut MTQ Nasional 2026, Festival Kota Lama Semarang Diperpanjang Jadi 17 Hari

“Saya lihat jadwal MTQ ini rapat banget. Wah, kapan ini bisa jalan-jalan lihat Festival Kota Lama? Kemudian dibuatkan proses perpanjangan dengan berbagai macam unsur tambahan yang akhirnya bisa ditutup hampir bersamaan dengan ketika MTQ Nasional ke-31 ditutup,” kata Agustina.

Agustina menjelaskan, Kota Lama sejak masa lalu telah menjadi tempat bertemunya masyarakat dari beragam latar belakang. Karakter tersebut kemudian terus dipertahankan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan seni dan budaya.

Menurutnya, tema “Unity in Diversity” yang diangkat dalam FKL XV 2026 sejalan dengan semangat kawasan Kota Lama yang menjadi ruang pertemuan berbagai budaya dan komunitas.

“Kota Lama ini bukan hanya ikon Hindia Belanda. Tetapi juga sudah merangkum seluruh kegiatan seni dan budaya dari berbagai macam keanekaragaman yang ada di Kota Semarang,” katanya.

Selama festival berlangsung, masyarakat dan wisatawan dapat mengikuti beragam agenda. Beberapa di antaranya Pasar Malam Sentiling pada 4-13 September, Orkes On The Street and Dance, Rijsttafel Dinner, Gowes Semarang Heritage, Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, Zwemers Belanda, Wayang Orang On The Street, Festival Folklore Kota Lama, serta pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya.

FKL XV juga menghadirkan kegiatan yang melibatkan anak-anak dan generasi muda. Salah satunya seni merangkai janur yang tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat kerajinan tradisional, tetapi juga mengenalkan filosofi dan makna di balik hasil karya tersebut.

“Anak-anak kita boleh datang mendaftar dan akan diajari bagaimana membuat ketupat, manuk-manukan, hiasan-hiasan temanten dan maknanya apa. Sudah jarang sekali kita melihat pemandangan itu, tapi di sini ada,” ujar Agustina.

Rangkaian FKL XV 2026 akan berlangsung sampai 20 September. Sejumlah agenda unggulan dijadwalkan pada akhir pekan, termasuk Festival Folklore Kota Lama pada 18-19 September serta pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya pada 19 September.

Dengan durasi penyelenggaraan yang diperpanjang, FKL XV diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan wisatawan, peserta MTQ Nasional, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat. Festival tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menikmati kekayaan seni dan budaya yang ada di Kota Lama.

“Mari kita jadikan Festival Kota Lama ini sebagai perayaan keberagaman. Sekaligus membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan karya, membuka kesempatan dan menghubungkan Semarang dengan dunia,” kata Agustina. (*)

Baca Juga Otomatis

Rekomendasi berdasarkan kategori dan tag berita ini.

Halaman 2 dari 2

Artikel Selanjutnya

Pohon Tumbang di Jl Pandanaran Semarang, Pemkot Evaluasi Pemeliharaan RTH
Semarang • 05 September 2026

Pohon Tumbang di Jl Pandanaran Semarang, Pemkot Evaluasi Pemeliharaan RTH

Rekomendasi Redaksi