"Rata-rata ibunya, terutama yang siswa SD, yang agak keberatan karena masih eman anaknya ditinggal. Jadi mungkin nanti kangen atau gimana. Jadi ini sudah kami edukasi bahwa tiap hari boleh menjenguk," bebernya.
Hingga saat ini, dari total kebutuhan 90 siswa SD, Pemkot baru berhasil menjaring 37 anak.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan peminat jenjang SMP dan SMA yang justru membeludak melampaui target, di mana masing-masing jenjang telah mencatatkan lebih dari 100 pendaftar dari kuota 90 kursi.
Dinsos bersama jajaran terkait menyatakan akan terus mengintensifkan program penjangkauan peserta didik ke depannya. (*)