Menurut Saleh, transparansi informasi menjadi kunci untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus menutup peluang terjadinya praktik yang tidak sesuai aturan.
Ia menekankan agar tidak ada ruang bagi praktik titipan maupun bentuk intervensi lain dalam proses penerimaan siswa baru.
“Semua pihak harus menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tidak ada praktik yang merugikan masyarakat maupun calon siswa,” kata Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.
Saleh juga mengajak masyarakat memahami mekanisme SPMB secara menyeluruh dan tidak mudah percaya pada pihak yang menawarkan kelulusan melalui jalur tertentu.
"Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, yang paling penting adalah memastikan proses penerimaan berjalan bersih, profesional, dan berpihak pada kepentingan pendidikan,” pungkasnya. (*)