Saat ini, tercatat lebih dari 600 pendaftar dari kalangan kiai, ustaz, ustazah, hingga santri mengikuti program beasiswa dalam dan luar negeri. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan 41 perguruan tinggi di Indonesia serta akses pendidikan ke sejumlah negara seperti Mesir dan Yaman.
“Harapannya setelah selesai studi, mereka kembali khidmah ke pesantren. Ini investasi sumber daya manusia untuk masa depan pesantren Jawa Tengah,” kata Taj Yasin.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi, menyatakan pesantren memiliki posisi strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman karena menjadi tempat pengasuhan anak selama 24 jam.
Kementerian PPPA, kata dia, siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pengelola pesantren untuk membangun pesantren yang ramah anak dan ramah perempuan.
Sementara itu, Ketua RMI NU Jawa Tengah, Ahmad Fadlullah Turmudzi, mengungkapkan pihaknya selama dua tahun terakhir aktif melakukan pendampingan dan konsolidasi ke pesantren di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Menurutnya, hasil pendampingan menunjukkan perlunya penguatan pola pengasuhan, peningkatan kapasitas pembimbing, serta sistem perlindungan santri yang lebih terstruktur.
“Pesantren membutuhkan penguatan sumber daya manusia, terutama para pendamping santri. Karena itu tahun ini kami fokus pada pelatihan musyrif-musyrifah (pembimbing) di seluruh kabupaten/kota,” katanya.
Ia menyebut saat ini terdapat 5.451 pondok pesantren di Jawa Tengah dengan jumlah santri mencapai sekitar 555 ribu orang. Besarnya jumlah tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Pada akhir halaqah, para pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Jawa Tengah menyampaikan sejumlah rekomendasi, termasuk dorongan pembentukan Satgas Perlindungan Santri di seluruh pondok pesantren.
Rekomendasi itu diharapkan menjadi fondasi penguatan sistem perlindungan santri agar pesantren tetap menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai kasih sayang.