KONTENSEMARANG.COM – Lonjakan permintaan selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026 tidak membuat inflasi di Kota Semarang melonjak tajam.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan pada Maret 2026 sebesar 0,37 persen, yang masih berada dalam kategori terkendali.
Berdasarkan data BPS Kota Semarang, inflasi sepanjang tahun kalender Januari hingga Maret 2026 mencapai 0,80 persen.
Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) tercatat sebesar 3,57 persen, turun cukup signifikan dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 4,65 persen.
Penurunan ini menunjukkan tekanan harga mulai mereda, meski masyarakat masih merasakan kenaikan pada sejumlah kebutuhan pokok.
Kepala BPS Kota Semarang, Rudi Cahyono, menjelaskan bahwa tingginya inflasi tahunan pada Februari dipengaruhi oleh efek basis rendah (low base effect).
Hal ini terjadi akibat kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang diterapkan pada Februari 2025.
"Pada bulan sebelumnya inflasi year on year di Kota Semarang tercatat sebesar 4,65 persen. Hal itu utamanya dipengaruhi oleh low base effect karena adanya diskon tarif listrik pada awal 2025," ujarnya, Sabtu (4/4).
Ia menambahkan, dampak kebijakan tersebut masih memengaruhi dinamika inflasi hingga Maret 2026, baik secara bulanan maupun tahunan.
Dengan demikian, tekanan harga riil di masyarakat sebenarnya tidak setinggi yang tercermin pada angka inflasi sebelumnya.