Konten Semarang
Regional

Transformasi Hubungan Industrial Jadi Kunci Hadapi Era AI

KONTENSEMARANG.COM — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menekankan pentingnya peningkatan kualitas hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha agar tidak hanya berhenti pada kondisi harmonis. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, otomasi,...

×
WhatsApp Image 2026-04-05 at 20.15.49

Pada tahap tertinggi, pekerja dipandang sebagai aset penting perusahaan, bukan sekadar faktor produksi.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus menjaga kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.

“Mimpi saya, semua perusahaan maturitas hubungan industrialnya naik kelas. Yang dulunya tidak ada SP/SB jadi ada SP/SB. Yang tidak ada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) jadi punya PKB. Yang sudah punya PKB tapi pasalnya masih kering, sudah ada win-win solution. Naik kelas lagi, mulai berkolaborasi, perusahaan dan pekerja menjadi mitra bersama, mereka juga concern peduli terhadap lingkungan sekitar,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kesejahteraan pekerja erat kaitannya dengan produktivitas.

Oleh karena itu, hubungan industrial yang sehat harus dibangun atas dasar saling percaya, keterbukaan, dan pencarian solusi bersama, bukan sekadar mempertentangkan kepentingan kedua pihak.

Yassierli turut mendorong agar aspirasi pekerja disampaikan secara konstruktif melalui dialog sosial yang mengedepankan nilai gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat.

Dengan pendekatan tersebut, berbagai persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara adil dan berkelanjutan.

“Kita punya kekuatan budaya gotong royong dan musyawarah. Dengan semangat itu, persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan bersama,” ujar Yassierli.

Melalui momentum musyawarah nasional ini, ia berharap serikat pekerja terus memperjuangkan pekerjaan yang adil dan layak, sekaligus mendorong inovasi, peningkatan produktivitas, serta penerapan pola kerja modern yang lebih adaptif dan efisien. 

Ia menilai, hubungan industrial yang transformatif menjadi salah satu kunci penting dalam mempersiapkan dunia kerja Indonesia menghadapi perubahan menuju Indonesia Maju dan Indonesia Emas. (*)

Halaman 2 dari 2